Di antara semua peristiwa yang pernah, yang sudah dan yang mungkin akan terjadi, tidak mungkin ada peristiwa yang lebih besar daripada Paskah yaitu kuasa dimana Kristus bangkit mengalahkan kematian. Kemenangan Kristus melalui kemenangan mematikan kematian adalah kemenangan terbesar di dalam alam semesta karena mengalahkan problema yang paling besar dan ikatan yang paling besar dari kuasa kematian, kuasa Setan, kuasa Iblis dan kuasa dosa.
Ayat-ayat yang kita baca ini adalah berkaitan dengan hari kebangkitan Kristus. Di ayat 9 dikatakan “ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu…” hari pertama minggu itu adalah hari kebangkitan Kristus. Yoh.20 mencatat pagi-pagi benar Maria Magdalena, Petrus dan Yohanes datang ke kubur Yesus. Di situlah mereka mulai tahu Yesus sudah tidak ada. Dan pada waktu Yesus sudah tidak ada, Maria Magdalena menangis di pinggir kubur, mengira mayat Yesus dicuri orang. Ini adalah pikiran yang paling logis dan inilah isu yang kemudian disebarluas oleh pemerintah Romawi. Inilah skenario yang paling mungkin dari seluruh aspek kemungkinan-kemungkinan yang ada. Maka secara logika manusia berpikir, Yesus tidak ada di dalam kuburNya berarti ada yang mencuri mayatNya. Dan itu menjadi hari yang mencekam luar biasa, itu hari yang paling heboh. Orang Yahudi tahu sekali Yesus itu mengganggu kestabilan sosial, agama, politik dari orang-orang Yahudi. Jadi mereka tahu kalau sampai kemudian Yesus mati dan bangkit pada hari ketiga, whatever- pokoknya mayatNya tidak ada- itu membuat kehebohan yang dahsyat luar biasa. Kenapa? Ketika Kristus mengatakan “Aku pergi ke Yerusalem. Di situ Aku akan dianiaya oleh orang-orang Farisi dan ahli Taurat, pemimpin dan imam-imam kepala. Tetapi Aku akan bangkit pada hari ketiga.” Alkitab mencatat 4 kali Yesus mengeluarkan kalimat seperti itu dan Dia betul-betul ke Yerusalem, betul-betul dianiaya, betul-betul mati. Sekarang tinggal tunggu yang terakhir, apakah Dia betul-betul bangkit? Ini menjadi masalah yang sangat serius. Seluruh setting yang dibicarakan selesai semua, tinggal point yang terakhir dan point terakhir ini adalah kunci terbesar. Dianiaya, semua bisa kena. Dibunuh, semua bisa. Bangkit? Itu yang tidak semua orang bisa. Tetapi Yesus sudah bilang begitu. Maka kalau itu terjadi, itu dahsyatnya luar biasa. Kenapa? Karena Dia sudah mengatakannya sebelumnya dan satu-satu betul-betul terjadi. Maka itu bisa bikin heboh. Semua agama kita habis, tidak ada sisanya. Maka kebangkitan Kristus menjadi the greatest moment, the greatest event in the whole history. Tidak peduli sebelum atau sesudahnya, tidak mungkin ada momen yang lebih besar daripada kebangkitan Kristus. Ketika kita melihat hal seperti ini, hari dimana Yesus bangkit adalah hari yang sangat mencekam dan di sinilah problema yang terjadi. This is the greatest crisis in the Jewish history, satu sejarah krisis yang paling besar di dalam sejarah orang Yahudi karena hari itu apa yang mereka cita-citakan, apa yang mereka skenariokan, apa yang mereka harapkan dan menang sudah, sekarang bisa terancam habis sama sekali. Bagaimana menghadapi ini?
Di dalam kondisi seperti ini krisis terbesar juga dialami oleh murid-murid Yesus. Alkitab mencatat, ini hari sudah malam. Berarti krisis itu sudah berjalan seharian, dari mulai ketahuan pagi sudah bikin heboh. Orang Romawi heboh, orang Yahudi heboh, pemimpin-pemimpin agama heboh, murid-murid Tuhan Yesuspun heboh. Tetapi waktu mereka heboh, mereka tahu ini resiko besar. Mereka bisa dibunuh sebagai pencuri mayat, mereka bisa dituduh sengaja membuat makar untuk memberontak melalui peristiwa seperti ini. Sdr bisa bayangkan berapa takutnya murid-murid Tuhan Yesus. Tetapi justru inilah keadaan real yang harus kita lihat. Ketika kita menjadi orang Kristen, kita seringkali kehilangan the main point di sini. Sisi kemenangan yang sejati. Kemenangan sejati itu ditandai dengan “shalom, damai sejahtera.” Di dalam kondisi yang paling krisis seperti ini, mereka menutup pintu, menutup jendela, mengunci diri di dalam ketakutan, Tuhan Yesus datang di tengah-tengah mereka. Kalimat pertama yang keluar, “Shalom, damai sejahtera bagi kamu.” Damai sejahtera yang Ia berikan kepada kita lain daripada semua yang bisa diberikan oleh dunia. Damai sejahtera Kristus berbeda secara esensi daripada semua damai sejahtera yang mungkin ada di dunia ini. Sdr kalau memperlajari seluruh sejarah hidup manusia, hidup kita actually adalah hidup di dalam ketidakadaan damai. Kita sulit sekali mencari damai. Dan yang lebih celaka ketika anda dan saya tidak damai, yang salah bukan kita, yang salah lingkungan kita. Bagaimana aku bisa damai, kondisi kok seperti ini? Kenapa kondisi disalahkan? Bagaimana bisa damai, tetangga kok seperti ini? Bagaimana bisa damai, isteri atau suami kok seperti ini? Bagaimana bisa damai, anakku atau bapakku kok seperti ini? Sdr tidak bisa damai, bukan diri yang disalahkan tetapi orang lain. Damai itu tidak mudah. Damai itu tidak ada. Dunia bisa bicara damai, dunia bisa mengusulkan damai, tetapi the truth is damai itu tidak mungkin terjadi kecuali anda dan saya attach back, kembali berkait dengan kebangkitan Kristus.
Kuasa kebangkitan Kristus mengalahkan maut, itulah kunci damai. Kenapa? Sumber dari tidak adanya damai sejahtera adalah dosa dan kematian. Di dalam dosa dan kematian, di situlah semua manusia dengan segala eksistensinya tidak pernah mungkin damai. Anda mau mencari damai dengan cara apa? Minum ekstasi. Setelah itu lebih tidak damai lagi. Anda mau dapat damai darimana? Lari minum minuman keras, mabuk-mabukan. Setelah bangun tidak damai lagi. Anda mau cari entertainment macam apapun untuk mencari damai sejahteramu, makin berputar makin tidak damai, makin kerjakan apa saja makin tidak damai. Ada orang yang menyibukkan diri sesibuk-sibuknya supaya lupa semua masalah, setelah berhenti tidak ada damai juga. Anda melakukan apa saja tidak ada damai kalau damai itu mau ditunggu dari luar. Ketika anda menjalankan semua kehidupan dikunci di dalam dosa, makin anda hidup berdosa makin tidak ada damai. Anda melampiaskan hal itu makin tidak damai. Makin kita masuk di dalam dosa, makin dosa mencengkeram kita sehingga seluruh dunia hidup makin stress.
Kenapa Kristus bisa memberikan damai sejahtera yang lain dan kenapa damai sejahtera ini kualitasnya lain? Kalau Kristus memberikan damai sejahtera yang lain, apanya yang lain? Kualitasnya lain, lain apanya? Impact-nya lain, lain apanya? Saya harap sdr coba melihat kemenangan Kristus mengalahkan kematian, seperti yang Paulus katakan di dalam 1 Kor.15:54-58, di situ kuasa kemenangan yang dahsyat menunjukkan bagaimana itu menjadi kunci damai sejahtera. Orang di tengah dunia yang berada di dalam satu kondisi yang limbung, tidak punya kekuatan menjejak tanah, tidak punya satu kestabilan di dalam hidup, itu kunci pertama dia ‘floating.’ Dan semua yang hidupnya mengambang itu menjadikan dia kehilangan seluruh konfidensi. Konfidensinya dikaitkan kepada sesuatu yang relatif sekali di dalam gerak akhirnya seluruh hidupnya floating. Saya selalu mengatakan hati-hati, jangan confident dengan diri sendiri. Self confident is not the way of Christian. Kalau orang dunia yang memang tidak ada pengharapan, kasihan. Dia mau confident terhadap apa? Tuhan sudah dibuang, lalu dia confident sama siapa? Confident sama diri sendiri? Tetapi kalau orang Kristen seperti itu, kasihan. Yang butuh confident, siapa? Diri sendiri. Lalu diri confident sama siapa? Diri sendiri. Maka akhirnya ketika ada orang yang jujur kepada dia, dia akan habis. Untuk dia bisa confident, dia harus menipu dirinya. Kalau dia tahu dia bodoh, tetapi tidak ada yang berani bilang begitu, akhirnya begitu ada orang yang sejujurnya memberitahu dia yang sebenarnya, dia akan hancur. Confident kalau ditaruh pada diri akan rusak. Kenapa? Karena diri tidak layak di-confident. Kalau anda sadar siapa kita, kita tahu kita tidak punya apa-apa yang bisa dibanggakan. Di hadapan Tuhan kita nothing. Kalau diri itu yang menjadi dasar dan alasan untuk kita menjejak tanah, mempunyai confident untuk kita bergerak, habislah kita. Setiap saat ada kegentaran, ada paranoid, ketakutan, suatu hari saya pasti akan failed. Seberapa hebatnya, seberapa kuatnya, suatu kali akan gagal. Kalau begitu, bagaimana saya bisa mendapat kekuatan? Kemenangan Kristus yang pertama memungkinkan ada damai sejahtera karena di situ saya meletakkan konfidensi saya untuk bergantung kepadaNya, sumber kepastian hidup saya. The source of peace is not us, but the source of peace is God, the source of all things, the Creator. Dia adalah pencipta, Dia adalah sumber segala sesuatu, Dialah sumber damai sejahtera. Maka anda baru bisa mendapat damai sejahtera jika anda berelasi kembali kepada Allah. Tuhan Yesus datang menjadi jalan pendamaian, jalan membawa damai, sebuah atonement, sebuah pendamaian antara manusia dengan Allah. Maka pada waktu saya bisa berdamai dengan Allah, hidup saya baru betul-betul damai dan tenang. Kenapa? Karena sekarang saya tidak floating lagi, tetapi saya sekarang berpaut kembali kepada Allah sumbert damai sejahtera. Dunia tidak bisa diharapkan. Sejarah tidak bisa diharapkan. Teman tidak bisa diharapkan. Keluarga tidak bisa diharapkan. Diri sendiri tidak bisa diharapkan. Siapa yang betul-betul bisa saya harapkan memberikan damai sejahtera itu? Hanya Tuhan. Maka waktu saya berkait balik kembali, berelasi kembali dengan Allah sumber damai, itulah damai sejahtera sejati.
Kedua, waktu anda dan saya bisa menikmati damai sejahtera karena saya berelasi kembali dengan sumber damai sejahtera itu, damai sejahtera yang Kristus berikan berarti bukan damai sejahtera dari luar ke dalam tetapi justru damai sejahtera dari dalam ke luar. Ini yang berbeda di dalam semua aspek. Ketika saya menghadapi semua situasi yang paling sepelik apapun, Tuhan mengatakan, “Peace unto you.” Maka damai sejahtera itu diberikan oleh Tuhan Yesus bukan dalam kondisi murid-murid sedang nyaman. Justru di dalam kondisi yang paling mencekam, krisis yang paling besar, di situ Tuhan mengatakan, “Peace unto you.” Kenapa saya bisa damai? Damai itu bukan dari luar, damai itu di dalam. Saya tertarik sekali Alkitab mencatat hari itu mereka semua mengunci pintu, berarti mereka eksklusif di dalam. Tetapi justru yang eksklusif di dalam Tuhan datang di tengah-tengahnya dan bilang “Peace unto you.” Ini sebuah simbolik yang luar biasa dahsyat. Di tengah gejolak di luar, damai itu di dalam. Damai itu bukan di luar kita, damai itu di dalam kita. Kalau anda dan saya berelasi dengan Allah, hidup kita damai. Dan hidup yang dipimpin oleh Tuhan itulah the most peaceful life, hidup yang paling damai di dalam semesta. Hidup setiap langkah dipimpin Tuhan itu luar biasa indahnya. Siapa yang tidak mau hidup seperti itu? Kalau orang hanya mau jalan sendiri, sampai menghadapi jalan buntu baru cari Tuhan, itu bukan orang Kristen sejati. Kristen sejati mulai dengan lutut yang berdoa dulu, minta bijaksana, baru pikir, ini prinsip. Jangan pakai otak dulu. Dengan begitu kita bisa tenang, berlutut dulu minta pimpinan Tuhan karena kita ini cuma budaknya Tuhan. Hiduplah kembali kepada Tuhan. Kuasa kemenangan Kristus menunjukkan dosa sudah dibereskan. Kuasa kemenangan Kristus itu mendatangkan apa yang dunia katakan ‘impossible’ yaitu kematian dikalahkan. Tuhan telah mematahkan kuasa terbesar yang telah membelenggu dan merusak manusia yaitu dosa. Hai maut, dimanakah sengatmu? Habis. Kristus sudah menghancurkannya. Kristus sudah menang. Kristus sudah bangkit. Maka kebangkitan Kristus tidak boleh dihapus dari sejarah karena ini peristiwa terlalu besar. Sangat tidak logis dari unsur manusia berdosa tetapi sangat logis karena karya Allah nyata mengalahkan kuasa kematian. Ini kekuatan Tuhan.
Yang terakhir, kalimat Tuhan Yesus tidak berhenti sampai di situ, tetapi berlanjut, “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga Aku sekarang mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Dia mengembusi mereka dengan Roh Kudus. “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni. Kalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Ini kalimat yang keras luar biasa. Apa purpose, apa maksud kebangkitan Kristus? Apakah supaya saya bisa menikmati keselamatan? Apakah supaya saya masuk surga? Ini adalah kesalahan fatal dari Kekristenan. Orang Kristen banyak pikir yang penting jadi Kristen supaya masuk surga. Semua orang yang pikirannya seperti itu pasti ujungnya ke neraka. That is not the purpose. Kenapa? Karena Ef.2:8-10 mengatakan kita diselamatkan karena kasih karunia melalui iman. Itu bukan hasil usahamu, itu pekerjaan Allah. Itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada yang memegahkan diri. Tetapi jangan berhenti sampai di situ karena Paulus melanjutkan kalimat ini, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang disediakan Allah sebelumnya. Dia mau supaya kita hidup di dalamnya.” Panggilan Kekristenan bukan untuk membangun egoism. Tuhan bukan panggil kita supaya masuk surga. Masuk surga itu adalah efek, bukan purpose, bukan tujuan, bukan target. Target kita adalah ‘sama seperti Bapa mengutus Aku sekarang Aku mengutus kamu’. Iman Kristen yang berhenti dengan egoism, dia bukan orang Kristen asli. Kristus datang ke dunia dengan satu pesan: Aku datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani dan untuk menjadi tebusan bagi banyak orang. Maka sama seperti itulah kita dipanggil untuk itu. Ini adalah pekerjaan yang dahsyat. Sekarang Tuhan mengembusi murid-murid dengan Roh Kudus. Ketika Roh Kudus diberikan, ini menggenapi apa yang dulu Tuhan Yesus pernah katakan secara simbolik. Maka ketika Roh Kudus ada di dalam diri orang percaya, Dia harus membawa orang itu kembali kepada apa yang Kristus nyatakan. Tugas Roh Kudus ada tiga: menginsyafkan manusia akan dosa, akan kebenaran, akan penghakiman (Yoh.16:8). Kalau betul-betul orang itu ada Roh Kudus pasti pertama-tama dia akan sadar dosanya. Orang yang mengaku ada Roh Kudus tetapi tidak sadar akan dosanya pasti tidak ada Roh Kudus di situ. Kenapa? Kalau Roh Kudus ada di dalam dia, kunci pertamanya ialah dia pasti sadar akan dosa. Itulah yang Alkitab katakan dan itulah yang dikaitkan di dalam bagian ini. Itulah misi, itulah inti dari pekerjaan Roh Kudus. Bukan cuma berhenti akan kesadaran dosa, tetapi kedua dia harus sadar righteousness, sadar kebenaran. Berarti bukan cuma tahu salah tetapi dia tahu bagaimana harus kembali. Roh Kudus akan memimpin setiap orang menerima dan mengerti semua ajaran Kristus sehingga bisa hidup di dalam kebenaran. Maka orang yang katanya penuh Roh Kudus tetapi ajarannya tidak karuan, sama sekali tidak balik kepada Kristus, sama sekali tidak balik kepada firman, maka ini pertanyaan serius: Roh apa yang ada di dalam dia? Pasti bukan Roh Kudus. Kalau Roh Kudus ada di dalam dia, Dia akan menginsyafkan orang itu akan dosa dan kebenaran dan menginsyafkan dia akan murka dan penghakiman Tuhan. Kenapa? Karena tidak bisa kebenaran itu dipermainkan. Righteousness harus berhadapan dengan justice. Righteousness harus berhadapan dengan penghakiman Allah, the judgment of God. Itu kunci benar atau salah. Maka orang yang hidup di dalam Tuhan harus ada kegentaran, tahu kalau tidak kembali kepada Tuhan kita akan mati karena Allah itu adalah Hakim yang akan menghakimi kita. Tiga hal ini adalah karya Roh Kudus dan kalau ketiganya dijalankan, kita kembali kepada Mat.16 waktu Yesus berkata kepada Petrus, “Kepadamu diberikan kunci kerajaan surga. Apa yang engkau kunci di sini akan terkunci di surga. Apa yang engkau lepas di sini akan terlepas di surga. Waktu itu orang belum mengerti kunci ini apa, masih belum jelas. Tetapi sesudah Yesus bangkit maka jelas dulu yang Dia katakan sebagai kunci setelah Dia bangkit baru murid-murid tahu dosa itu diselesaikan dengan cara apa. Barangsiapa kembali kepada Kristus, disitu penginjilan nyata, di situ dosa orang dibereskan. Kalau tidak bisa selesaikan urusan yang paling esensi ini, tidak bisa masuk ke dalam kerajaan surga. Maka tugas engkau memberitakan Injil menjadi judge, menjadi kunci orang akan binasa atau selamat. Dan itu bukan soal surganya tetapi dosanya. Maka di dalam Kekristenan, inti dari iman Kristen adalah bagaimana saya taat balik kepada Tuhan, mendapatkan damai sejahtera asli supaya membawa damai sejahtera keluar sehingga saya bisa menjalankan apa yang Tuhan inginkan dan dengan begitu saya selesai dengan urusan yang paling besar dari manusia yaitu dosa dan di situ saya keluar menjadi berkat. Apa bedanya orang yang di dalam Tuhan dengan yang di luar? Intinya di sini, orang itu ada dosa atau tidak, diikat dosa atau sudah terlepas dari dosa. Selama kita diikat oleh dosa, kita tidak mungkin ada damai. Sesudah kita lepas dari dosa kita ada damai. Tetapi damai itu harus dibawa keluar supaya kita bukan dipengaruhi melainkan mempengaruhi. Tuhan bukan memanggil kita untuk dapat damai dan masuk surga lalu hidup tenang-tenang di sini. Tetapi Tuhan mau sekarang kita buka pintu dan keluar, teriak. Karena Tuhan mengutus kita melakukan itu. Iman Kristen kalau cuma berhenti dengan kepentingan diri tidak akan pernah menikmati damai. Dosa esensinya adalah mentuhankan diri sendiri. Dosa esensinya adalah melawan Allah dan kebenaranNya. Maka kalau seseorang melawan Allah dan kebenaranNya, tidak ada ampun lagi buat dia. Ini adalah esensi yang paling dasar. Seluruh hidupnya rusak karena dia melawan Allah dan kebenaran. Itulah dosa. Maka kalau kita hidup di dalam kebenaran Tuhan, hidup di dalam damai Tuhan, itu yang membawa kita keluar mengajak orang kembali kepada Tuhan. Pdt. Stephen Tong mengatakan waktu kita PI, jangan doa supaya kita tidak digebuki, jangan doa supaya tidak digampar. Kalau kita menginjili orang, doakan orang yang kepadanya engkau memberitakan Injil. Kepada siapa saya memberitakan Injil, orang itu dibawa kepada penghakiman Tuhan. Sebelum saya ngomong apa-apa, dia tidak apa-apa. Begitu saya sudah ngomong sama dia untuk percaya Tuhan, minta ampun dan bertobat kepadaNya, hidup dalam kebenaran, setelah berita Injil diberitakan, kematian dan kebangkitan Kristus yang menebus, dia tidak ada tempat netral lagi. Saat itu dia berada di posisi ayat 23, yes or no. Engkau mau terima atau menolak. Di situ tugas kita menjadi judge yang langsung berhadapan dengan orang itu. Ini bukan pekerjaan ringan, ini bukan urusan sederhana. Memberitakan Injil adalah membawa misi Allah yang besar luar biasa ke tengah dunia. Doing evangelism is doing the greatest business in the whole world. Melakukan pekerjaan terbesar di alam semesta karena saya membawa berita orang akan diampuni atau dia akan mati. Saya membawa kunci yang melepas atau kunci yang mengikat. Menjadi seorang pemberita Injil adalah satu pekerjaan yang dahsyat luar biasa yang dipercayakan kepada anda dan saya. Kita bukan dipanggil untuk diam-diam di sini. Kita bukan dipanggil untuk berhenti di sini. Tuhan panggil kita untuk keluar memberitakan injil, membawa orang lain kembali kepada Tuhan. Apakah anda dan saya juga hidup dipimpin Roh Kudus? Ini pertanyaan serius. Kalau anda dan saya dipimpin oleh Roh Kudus, damai sejahtera Tuhan beserta kita dan saat itu juga anda dipakai untuk menjadi misi Tuhan.(kz)