GRII Sydney http://www.griisydney.org in 40 Ringkasan Khotbah GRII Sydney Aman di dalam Tangan Allah Pdt. Effendi Susanto STh. <p>Bagian Alkitab yang kita baca ini memperlihatkan betapa exciting-nya Paulus menceritakan kasih Tuhan. Ada semacam rantai yang begitu ditarik, di belakangnya ada rantai yang tidak habis-habis muncul. Kasih Allah kepada kita telah memilih kita dari semula, kita dipanggilNya, kita dibenarkanNya, kita dimuliakanNya. Itu sebab tidak mungkin ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus, baik itu penganiayan, penderitaan, segala kesulitan dan kesesakan, bukan saja hal yang bersifat fisik, tetapi kuasa yang di atas dan di bawah, segala kuasa apapun tidak ada yang sanggup bisa memisahkan kita dari kasih Kristus. Mengerti akan hal ini biar kita menjadi orang Kristen yang menjalani hidup sebagai pemenang, the winner, the conqueror. Itu merupakan kalimat-kalimat Paulus yang luar biasa.</p> Sunday, February 21, 2010 http://griisydney.org/ringkasan-khotbah/2010/2010/02/21/aman-di-dalam-tangan-allah/ http://griisydney.org/ringkasan-khotbah/2010/2010/02/21/aman-di-dalam-tangan-allah/ Keluhan Orang Percaya Pdt. Effendi Susanto STh. <p>Boleh kita katakan Rom.8 merupakan &#8216;pinacle&#8217; atau puncak yang paling tertinggi dari seluruh rangkaian 16 pasal dari surat Roma. Paling tidak kita menemukan ada tiga proklamasi kemenangan orang Kristen yang bagi saya merupakan kalimat yang begitu indah yang dicetuskan oleh rasul Paulus terhadap apa yang Tuhan sudah kerjakan dan lakukan di dalam hidup kita. Yang pertama, Rom.8:1 Paulus mendeklarasikan, di dalam Kristus tidak ada lagi penghukuman bagi orang percaya sebab penghukuman itu sudah ditanggung oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Itu adalah satu deklarasi kemenangan orang Kristen. Yang kedua, Rom.8:18 segala penderitaan yang kita alami di atas muka bumi ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kemuliaan yang ada di sana. Biar kalimat ini boleh menjadi kekuatan bagi kita. Sebesar-besarnya kesulitan kita di dalam dunia ini merupakan hal yang kecil pada waktu kita melihat kemuliaan yang Tuhan beri kepada kita di sana. Yang ketiga, Rom.8:31-35 merupakan rangkaian pertanyaan retorika yang tidak perlu jawabannya, &#8216;Siapa yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasankah, kesesakankah, penganiayaankah, kelaparankah?&#8217; yang kemudian Paulus tutup dengan satu jawaban, biar kita menjalani hidup ini &#8216;more than conqueror.&#8217; Biar kita menjadi orang Kristen yang memiliki sikap dan attitude sebagai seorang pemenang menghadapi hidup ini. Mungkin di dalam peperangan menghadapi dosa kita mungkin kalah di dalam satu medan perang tetapi pertempuran itu pasti kita akan menangkan di hari yang terakhir. Itu menjadi kekuatan bagi kita.</p> Sunday, February 14, 2010 http://griisydney.org/ringkasan-khotbah/2010/2010/02/14/keluhan-orang-percaya/ http://griisydney.org/ringkasan-khotbah/2010/2010/02/14/keluhan-orang-percaya/ Makna di balik Penderitaan Pdt. Effendi Susanto STh. <p>Di dalam hidup kita, kita harus memiliki dua &#8216;sekolah&#8217;. Yang satu adalah sekolah kesuksesan, yang satu lagi sekolah kegagalan. Di dunia ini seringkali kita hanya diajar bagaimana untuk berhasil, sukses dan sukses di dalam hidup ini. Tetapi pada waktu kita terbentur dengan segala kesulitan dan kegagalan, tidak ada orang yang pernah melatih dan mengajar kita bagaimana bisa melewati segala kesulitan dan kegagalan itu. Kita menemukan begitu banyak orang hidup dengan asumsi-asumsi yang salah: saya hidup di dalam dunia ini saya seharusnya, sepatutnya, dan itu adalah hak saya untuk bisa menikmati segala yang baik. Itu adalah hak saya untuk mendapatkan segala kesuksesan di dalam hidup. Kalau kita hidup dengan asumsi bahwa tidak semestinya saya mengalami kesulitan dalam hidup, jujur saya harus mengatakan kepada sdr, bahwa orang seperti ini akan mengalami kesulitan hidup jauh lebih susah di dalam dunia ini. Tetapi kalau kita sudah mempersiapkan hati kita selalu siap sedia bahwa ada hal-hal yang tidak terduga di luar dari rencana kita dan bukan hal yang kita inginkan bisa terjadi di dalam hidup kita, saya percaya kita akan menjalani hidup ini jauh lebih indah dan jauh lebih baik.</p> Sunday, February 07, 2010 http://griisydney.org/ringkasan-khotbah/2010/2010/02/07/makna-di-balik-penderitaan/ http://griisydney.org/ringkasan-khotbah/2010/2010/02/07/makna-di-balik-penderitaan/ Spiritual Conflict in Christian Life Pdt. Effendi Susanto STh. <p>Bapa Reformator Martin Luther memberikan ilustrasi yang sederhana tetapi bagi saya sangat akurat menjelaskan apa yang Paulus ajarkan di dalam Rom.6-7. Ilustrasi ini menceritakan ada satu orang sakit pergi kepada dokternya dan berkata kepadanya, &#8216;Dokter, saya kira-kira sudah dapat cara yang tepat untuk bisa menyembuhkan penyakit saya. Saya pikir saya pasti akan sehat kalau saya makan vitamin dan berolah raga rutin setiap hari, pasti penyakit saya akan segera sembuh.&#8217; Dokternya menjawab, &#8216;Vitamin dan olah raga itu bukan membuatmu sembuh tetapi akan membuatmu makin sakit.&#8217; Pasien itu menyanggah, &#8216;Jadi, maksud dokter vitamin itu tidak sehat dan olah raga itu berarti tidak sehat?&#8217; Dokter menjawab, &#8216;Oh, bukan seperti itu. Vitamin itu sehat, olah raga itu sehat, tetapi metode ini tidak akan bisa membuat kamu lebih sehat karena itu bukan cara untuk menyembuhkan penyakitmu.&#8217; Orang sakit itu menggambarkan manusia berdosa yang berpikir bagaimana bisa menyelesaikan problem dosanya. Namun manusia yang berdosa memiliki keterbatasan sehingga tidak sanggup bisa melihat apa sebenarnya problem yang menyebabkan dia terus hidup di dalam kematian rohani. Lalu kemudian dia mengambil diagnosa yang salah, dia berpikir kalau dia melakukan semua yang diperintahkan oleh hukum Taurat dan hidup suci maka dia akan masuk surga. Namun dalam Rom.6-7 Paulus memberikan argumentasi bahwa hukum Taurat diberi bukan membuatmu makin benar tetapi justru membuatmu makin mengerti apa itu dosa. Tidak berarti hukum Taurat itu tidak baik. Hukum Taurat itu suci, hukum Taurat itu adil, hukum Taurat itu benar, tetapi bukan itu yang membuatmu makin sehat.</p> Sunday, January 31, 2010 http://griisydney.org/ringkasan-khotbah/2010/2010/01/31/spiritual-conflict-in-christian-life/ http://griisydney.org/ringkasan-khotbah/2010/2010/01/31/spiritual-conflict-in-christian-life/ Peperangan antara Daging dan Roh Pdt. Effendi Susanto STh. <p>Hidup sebagai orang percaya bukan satu hidup yang pasif. Waktu kita menjadi anak Tuhan, Tuhan menyelamatkan dan membenarkan kita, memberikan hidup yang kekal nanti di surga. Namun Tuhan tidak memanggil kita untuk tinggal diam menantikan penggenapan dari janji itu. Sebaliknya, Dia ingin kita menjalani satu hidup yang secara aktif berjuang dan berperang melawan segala sifat kedagingan dan hidup menyatakan segala sifat kekudusan yang menjadi ciri dari seorang anak Tuhan. Dalam bagian ini Paulus mengatakan yang membuat kita bisa berjuang dan berperang melawan segala sifat kedagingan adalah karena yang pertama kita sudah ditebus oleh Yesus Kristus dan yang kedua ada Roh Kudus di dalam hidup kita yang memampukan kita untuk memiliki keinginan untuk hidup suci di hadapan Tuhan. Itu hidup peperangan rohani kita. Pasal 7 dari surat Roma ini Paulus bicara mengenai perjuangan kita hidup di satu pihak ingin hidup menaati segala hal yang baik yang Tuhan berikan di dalam hukumNya, tetapi di pihak lain ada satu kuasa yang berjuang untuk selalu membawa kita melanggar akan hukum Allah. Keadaan ini membuat kita menjadi frustrasi dan kadang menjadi lemah. Namun Paulus juga menjelaskan apa sebenarnya makna dan fungsi hukum Taurat bagi kita sebagai anak-anak Tuhan.</p> Sunday, January 24, 2010 http://griisydney.org/ringkasan-khotbah/2010/2010/01/24/peperangan-antara-daging-dan-roh/ http://griisydney.org/ringkasan-khotbah/2010/2010/01/24/peperangan-antara-daging-dan-roh/ Penyucian yang Progresif Pdt. Effendi Susanto STh. <p>Rom.6-8 merupakan kelanjutan tema dari pembenaran kita di dalam Yesus Kristus. Pembenaran tidak terjadi sebab kita berbuat baik maka Allah membenarkan hidup kita. Pembenaran terjadi semata-mata karena Kristus sudah mati menggantikan dosa kita. Itu sebab pasal 6-8 bicara mengenai pengudusan orang Kristen. Kita menjalani hidup kudus sebab terlebih dahulu kita sudah dibenarkan. Bagaimana kita menjalani hidup Kristen kita, khususnya bagaimana saya hidup di dalam pengudusan hari demi hari? Pertanyaan ini harus dijawab dengan jelas terlebih dahulu. Salah konsep mengenai pengudusan bisa mendatangkan cara hidup orang Kristen yang salah. Pernyataan Paulus, &#8216;tidakkah kamu tahu?&#8217; itu menjadi penting untuk mengajar how do you know the aspects of sanctification. Bagi saya, salah satu kesalahan terbesar yang muncul di dalam Kekristenan adalah konsep pelepasan. Ada orang mengatakan kalau engkau sesudah menjadi orang Kristen masih melakukan dosa tertentu, maka dosa itu masih ada di dalam dirimu dan engkau perlu mengalami pelepasan.</p> Sunday, January 17, 2010 http://griisydney.org/ringkasan-khotbah/2010/2010/01/17/penyucian-yang-progresif/ http://griisydney.org/ringkasan-khotbah/2010/2010/01/17/penyucian-yang-progresif/ Pengudusan Orang Percaya Pdt. Effendi Susanto STh. <p>Kita sekarang masuk ke dalam bagian kedua dari surat Roma yaitu pasal 6-8 dimana Paulus khusus bicara mengenai sesudah kita dibenarkan Tuhan, bagaimana hidup Kristen kita selanjutnya. Maka pasal 6-8 bicara mengenai sanctification atau pengudusan. Secara garis besar, di pasal 6 Paulus bicara mengenai dasar dari pengudusan, di pasal 7 dia bicara mengenai peperangan rohani kita di dalam pengudusan dimana dia bicara mengenai pengalaman kehidupan dia sendiri, &#8216;apa yang aku mau, yang baik dan yang seharusnya kulakukan, justru ada hukum yang lain yaitu hukum dosa yang ada di dalam diriku yang terus menarik aku untuk melakukan apa yang aku tidak kehendaki.&#8217; Kemudian di pasal 8 Paulus bicara mengenai hidup pengudusan kita tidak lepas dari karya Roh Kudus yang sudah ada di dalam hidup kita. Bicara mengenai konsep pengudusan, mari kita taruh kesimpulan yang ada di pasal 8:37 dimana kita menyaksikan bahwa hidup kita di atas muka bumi ini adalah satu hidup yang harus dijalani dengan prinsip ini: hiduplah sebagai orang Kristen yang lebih dari orang-orang yang menang. Dalam bahasa Inggrisnya &#8220;more than conqueror.&#8217; Walaupun kadang-kadang di dalam peperangan rohani kita kalah di dalam satu peperangan, tetapi kita percaya kita pasti akan menang di dalam pertempuran yang terakhir. Itu sebab Paulus memakai kalimat ini, &#8216;we are more than conqueror.&#8217;</p> Sunday, January 10, 2010 http://griisydney.org/ringkasan-khotbah/2010/2010/01/10/pengudusan-orang-percaya/ http://griisydney.org/ringkasan-khotbah/2010/2010/01/10/pengudusan-orang-percaya/ Hati yang Bersyukur Pdt. Effendi Susanto STh. <p>Tahun yang baru ini biar kita awali dengan hati yang bersyukur kepada Tuhan. Tidak boleh kita membawa penyesalan dan kekuatiran di tahun yang lalu untuk masuk di tahun yang baru ini. Bukan saja tidak ada gunanya, tetapi hal itu juga merefleksikan hati kita yang tidak menghormati Tuhan karena kita tidak mengakui semua anugerah yang baik itu datangnya dari Tuhan kalau mulut kita tidak bersyukur kepada Tuhan. Itu sebab hari ini saya ingin memberikan dua ayat mengawali tahun yang baru kepada semua kita kiranya boleh menjadi firman Tuhan yang memimpin hidup kita sepanjang tahun ini. Saya percaya kita tidak boleh membawa kekuatiran dan penyesalan apapun dari tahun yang lampau memasuki tahun yang baru. Itu perasaan hati saya. Itu sebab saya bersyukur melihat begitu banyak berkat dan anugerah Tuhan di dalam pelayanan yang ada waktu saya melayani di Indonesia baru-baru ini. Memasuki tahun 2010 saya juga mendorong diri sendiri untuk bertanya, apa yang boleh saya lakukan di tahun 2010 ini. Maka pergumulan hati saya, kita tidak boleh bawa perasaan yang kuatir, menyesal, di tahun yang lalu. Kita mungkin menyesal di tahun yang lalu, tetapi apa gunanya? Banyak orang menyesal karena tahun 2009 hidupnya susah. Banyak orang menyesal karena di tahun 2009 mendapat penghasilan yang mungkin penuh dengan struggle. Banyak orang menyesal karena di tahun 2009 kita menghadapi banyak tantangan, dsb. Jangan biarkan penyesalan itu dibawa sampai tahun 2010.</p> Sunday, January 03, 2010 http://griisydney.org/ringkasan-khotbah/2010/2010/01/03/hati-yang-bersyukur/ http://griisydney.org/ringkasan-khotbah/2010/2010/01/03/hati-yang-bersyukur/