Sejarah GRII Sydney

Pdt. Effendi Susanto merintis dan memulai kebaktian perdana GRII Sydney pada awal Mei 1999 bersama dengan beberapa keluarga muda dari GRII Pusat Jakarta yang pindah ke kota Sydney. Kebaktian dimulai dengan jumlah 20-an orang dengan meminjam satu gereja kecil di daerah Kingsford.

Setelah itu selama beberapa tahun kemudian kebaktian GRII Sydney berpindah ke beberapa lokasi yaitu di hall perpustakaan di daerah Matraville, lobby hotel Unilodge dan yang kemudian hingga saat ini terus dipakai menjadi tempat ibadah adalah Main Hall University of Technology Sydney (UTS).

Puji Tuhan, memasuki tahun ke 12 ini, GRII Sydney telah berkembang menjadi satu komunitas keluarga besar yang mengadakan dua kali kebaktian dengan total rata-rata pengunjung kebaktian hingga 300 orang.

Selama 3 tahun pertama, Pdt. Effendi melayani GRII Sydney dengan bolak-balik dari Melbourne setiap minggu. Kemudian sejak awal tahun 2002 hingga saat ini, Pdt. Effendi sekeluarga menetap di kota Sydney dan memfokuskan sepenuhnya pelayanan di GRII Sydney.

Sejak awal GRII Sydney terus dipimpin dengan visi yang tidak berubah: “Memperluas kehadiran Kerajaan Allah di atas muka bumi berdasarkan Teologi Reformed dan Semangat Injili melalui kebenaran, kesucian dan kesatuan Gereja-Nya.” GRII Sydney berdiri dengan panggilan suci menegakkan mimbar yang “Back to the Bible” dimana Alkitab menjadi otoritas yang tertinggi bagi ajaran dan hidup gereja serta mendorong dan membangkitkan api Injili dalam hidup setiap jemaat.