- Ringkasan Khotbah
-
31JanPdt. Effendi Susanto STh.
Bapa Reformator Martin Luther memberikan ilustrasi yang sederhana tetapi bagi saya sangat akurat menjelaskan apa yang Paulus ajarkan di dalam Rom.6-7. Ilustrasi ini menceritakan ada satu orang sakit pergi kepada dokternya dan berkata kepadanya, ‘Dokter, saya kira-kira sudah dapat cara yang tepat untuk bisa menyembuhkan penyakit saya. Saya pikir saya pasti akan sehat kalau saya makan vitamin dan berolah raga rutin setiap hari, pasti penyakit saya akan segera sembuh.’ Dokternya menjawab, ‘Vitamin dan olah raga itu bukan membuatmu sembuh tetapi akan membuatmu makin sakit.’ Pasien itu menyanggah, ‘Jadi, maksud dokter vitamin itu tidak sehat dan olah raga itu berarti tidak sehat?’ Dokter menjawab, ‘Oh, bukan seperti itu. Vitamin itu sehat, olah raga itu sehat, tetapi metode ini tidak akan bisa membuat kamu lebih sehat karena itu bukan cara untuk menyembuhkan penyakitmu.’ Orang sakit itu menggambarkan manusia berdosa yang berpikir bagaimana bisa menyelesaikan problem dosanya. Namun manusia yang berdosa memiliki keterbatasan sehingga tidak sanggup bisa melihat apa sebenarnya problem yang menyebabkan dia terus hidup di dalam kematian rohani. Lalu kemudian dia mengambil diagnosa yang salah, dia berpikir kalau dia melakukan semua yang diperintahkan oleh hukum Taurat dan hidup suci maka dia akan masuk surga. Namun dalam Rom.6-7 Paulus memberikan argumentasi bahwa hukum Taurat diberi bukan membuatmu makin benar tetapi justru membuatmu makin mengerti apa itu dosa. Tidak berarti hukum Taurat itu tidak baik. Hukum Taurat itu suci, hukum Taurat itu adil, hukum Taurat itu benar, tetapi bukan itu yang membuatmu makin sehat.
-
24JanPdt. Effendi Susanto STh.
Hidup sebagai orang percaya bukan satu hidup yang pasif. Waktu kita menjadi anak Tuhan, Tuhan menyelamatkan dan membenarkan kita, memberikan hidup yang kekal nanti di surga. Namun Tuhan tidak memanggil kita untuk tinggal diam menantikan penggenapan dari janji itu. Sebaliknya, Dia ingin kita menjalani satu hidup yang secara aktif berjuang dan berperang melawan segala sifat kedagingan dan hidup menyatakan segala sifat kekudusan yang menjadi ciri dari seorang anak Tuhan. Dalam bagian ini Paulus mengatakan yang membuat kita bisa berjuang dan berperang melawan segala sifat kedagingan adalah karena yang pertama kita sudah ditebus oleh Yesus Kristus dan yang kedua ada Roh Kudus di dalam hidup kita yang memampukan kita untuk memiliki keinginan untuk hidup suci di hadapan Tuhan. Itu hidup peperangan rohani kita. Pasal 7 dari surat Roma ini Paulus bicara mengenai perjuangan kita hidup di satu pihak ingin hidup menaati segala hal yang baik yang Tuhan berikan di dalam hukumNya, tetapi di pihak lain ada satu kuasa yang berjuang untuk selalu membawa kita melanggar akan hukum Allah. Keadaan ini membuat kita menjadi frustrasi dan kadang menjadi lemah. Namun Paulus juga menjelaskan apa sebenarnya makna dan fungsi hukum Taurat bagi kita sebagai anak-anak Tuhan.
-
17JanPdt. Effendi Susanto STh.
Rom.6-8 merupakan kelanjutan tema dari pembenaran kita di dalam Yesus Kristus. Pembenaran tidak terjadi sebab kita berbuat baik maka Allah membenarkan hidup kita. Pembenaran terjadi semata-mata karena Kristus sudah mati menggantikan dosa kita. Itu sebab pasal 6-8 bicara mengenai pengudusan orang Kristen. Kita menjalani hidup kudus sebab terlebih dahulu kita sudah dibenarkan. Bagaimana kita menjalani hidup Kristen kita, khususnya bagaimana saya hidup di dalam pengudusan hari demi hari? Pertanyaan ini harus dijawab dengan jelas terlebih dahulu. Salah konsep mengenai pengudusan bisa mendatangkan cara hidup orang Kristen yang salah. Pernyataan Paulus, ‘tidakkah kamu tahu?’ itu menjadi penting untuk mengajar how do you know the aspects of sanctification. Bagi saya, salah satu kesalahan terbesar yang muncul di dalam Kekristenan adalah konsep pelepasan. Ada orang mengatakan kalau engkau sesudah menjadi orang Kristen masih melakukan dosa tertentu, maka dosa itu masih ada di dalam dirimu dan engkau perlu mengalami pelepasan.
-
10JanPdt. Effendi Susanto STh.
Kita sekarang masuk ke dalam bagian kedua dari surat Roma yaitu pasal 6-8 dimana Paulus khusus bicara mengenai sesudah kita dibenarkan Tuhan, bagaimana hidup Kristen kita selanjutnya. Maka pasal 6-8 bicara mengenai sanctification atau pengudusan. Secara garis besar, di pasal 6 Paulus bicara mengenai dasar dari pengudusan, di pasal 7 dia bicara mengenai peperangan rohani kita di dalam pengudusan dimana dia bicara mengenai pengalaman kehidupan dia sendiri, ‘apa yang aku mau, yang baik dan yang seharusnya kulakukan, justru ada hukum yang lain yaitu hukum dosa yang ada di dalam diriku yang terus menarik aku untuk melakukan apa yang aku tidak kehendaki.’ Kemudian di pasal 8 Paulus bicara mengenai hidup pengudusan kita tidak lepas dari karya Roh Kudus yang sudah ada di dalam hidup kita. Bicara mengenai konsep pengudusan, mari kita taruh kesimpulan yang ada di pasal 8:37 dimana kita menyaksikan bahwa hidup kita di atas muka bumi ini adalah satu hidup yang harus dijalani dengan prinsip ini: hiduplah sebagai orang Kristen yang lebih dari orang-orang yang menang. Dalam bahasa Inggrisnya “more than conqueror.’ Walaupun kadang-kadang di dalam peperangan rohani kita kalah di dalam satu peperangan, tetapi kita percaya kita pasti akan menang di dalam pertempuran yang terakhir. Itu sebab Paulus memakai kalimat ini, ‘we are more than conqueror.’
- Subscribe to Khotbah | Baca Ringkasan Khotbah lainnya »
- Service Hours
-
Persekutuan DoaWaktu beribadah: Minggu, pk. 9.00 pagi
-
Kebaktian 1 (Pagi) Kebaktian UmumWaktu beribadah: Minggu, pk. 9:30 pagi
-
Kebaktian 2 (Sore) Kebaktian Kaum MudaWaktu beribadah: Minggu, pk. 4:30 sore
- News
-
12 February 2010 – Persekutuan Sektor KuRing-Gai
-
13 February 2010 – YCF Steamboat Night
-
14 February 2010 – KKM Valentine & Sincia
-
21 February 2010 – Seminar Khusus KKM "Vision of a Beautiful Marriage"
-
28 February 2010 – Seminar Khusus KKM "Enjoying a Spiritual Intimacy"
-
02 April 2010 – Easter Youth Convention 2010
Subscribe to events | More Events »
-
Happy Birthday kepada yang berulang tahun di bulan February:
Tgl 6 Djohan Soeny, Christ Tjuandy - Tgl 10 Melinda, Wawa
- Tgl 11 Monty Irawan
- Tgl 12 Anthony Santoso
- Tgl 14 Eddie Lee
- Tgl 15 Liana Wandojo
- Tgl 16 Fedric Iskandar
- Tgl 18 Baginda Susanto
- Tgl 19 Gumaliani Poniman
- Tgl 24 Eliza Tedja
- Tgl 25 Kris Putra
- Tgl 27 Sofiana Lokajaya
-
Renungan Minggu ini: Belajar Dari Tokoh-Tokoh Perjanjian Baru (2)
-
Senin: Kis 16: 6 – 40: A Jailer: Getting Free from Internal Prisons
(1) Apa yg dpt anda simpulkan ttg karakter Lidia yg menjadi pemula cikal bakal gereja Filip? (2) A"Spirit" apa yg anda dapatkan di sini ttg pelayanan? Mengapa Tuhan tidak mau "kesaksian" roh jahat? (3) Apa tantangan yg dihadapi gereja baru ini? Apa yg anda lihat dari cara Tuhan mempertobatkan seorang pejabat rumah tahanan bagi kontribusi gereja yg masih muda ini? -
Selasa: Kis 18; Rom 16: 3 – 5: Priscilla & Aquila: Practicing Hospitality
(1) Dengan cara bagaimana mereka menunjukkan 'hospitality'? (2) Dalam Roma 16, bagaimana Paulus bicara soal resiko pelayanan 'hospitality'? Apa beratnya menjamu tamu? Bagaimana Paulus meresponi pelayanan 'hospitality' yg ia dapat? (3) Bagaimana anda melihat semua aspke pelayanan yg berbeda tapi saling menunjang ini bagi perkembangan gereja dan PI? Dimana posisi anda dlm rumah Tuhan? Adakah anda merasa 'rewarding' atas pelayanan anda? -
Rabu: Kis 24: Governor Felix: Saying "Wait" to God
(1) Bagaimana sikap Paulus menghadapi tuduhan palsu atasnya? Coba lihat apa yg Paulus akui dan apa ia yg ia tolak? (2) Bagaimana anda melihat setiap kesulitan, bahkan terburukpun, menjadi kesempatan? Karakter apa yg kita butuhkan untuk itu? (3) Apa pengaruh kebangkitan bagi pelayanan Paulus? Apa ironi yg dicatat di sini mengenai sikap Felix yg berkata "wait" kepada Tuhan dan melepaskan kesempatan? Apa yg anda belajar darinya? -
Kamis: Filemon 1: Philemon: Bridging Barriers to Brotherhood
(1) Tuhan bisa membawa lapisan masyarakat apa saja untuk menjadi umat-Nya. Apa bahaya disersi Onesimus sbg budak? (2) Bagaimana anda melihat pertobatan memberi perubahan drastis kepada diri anda? Ayat 11, "berguna" sejauh mana hidup pertobatan anda memberi pengaruh berguna bagi gereja dan pelayanan-Nya? (3) Bagaimana 'langkah' dan 'prinsip' yg Paulus beri di sini untuk menjembati 'gap' seperti status yg berbeda dlm pelayanan gereja? -
Jumat: Kis 27: The Captain: A Humble Experience for Trusting Self
(1) Ayat 11, mengapa mereka tidak mendengar nasehat Paulus? Apa sebab mereka ngotot untuk jalan terus? Mengapa kadang kita kurang menghargai bijaksana orang yg lebih rendah dari kita? (2) Apa yg anda pelajari dari cara Paulus mengambil keputusan melalui 'common sense' (ay 9-10) dan pimpinan dari wahyu Tuhan bagi hidup anda? (3) Ayat 32, bagaimana sikap anda ketika muatan dan sekoci hidupmu harus dibuang dan bersandar pada-Nya? Apa yg anda pelajari dari sikap Paulus menghadapi situasi 'tanpa harapan ini?' -
Sabtu: Rom 16: Friends of Paul: Working Together in Harmony
(1) Pelajari semua nama: apa saja pelayanan mereka? Bagaimana mereka melengkapi pelayanan Paulus? (2) ay 17-18, tidak semua yg melayani bermotivasi benar. Bagaimana mengetahuinya? Bagaimana menghadapinya? (3) Bagaimana sikap Paulus kepada rekannya? Lihatlah doa Paulus dan konsepnya ttg kedaulatan dan campur tangan Tuhan dlm hidup orang percaya?