- Ringkasan Khotbah
-
06MayPdt. Effendi Susanto STh.Perusahaan yang besar, sekolah yang hebat, kalau anak kita bisa masuk dan bisa dipakai dan bekerja di situ, itu merupakan hal yang membanggakan luar biasa. Namun saya percaya tidak ada hal yang lebih indah dan membanggakan dan lebih mulia jikalau, seperti kalimat yang Paulus pakai di sini, "You will become a vessel of honour because you've chosen by God to be used for good works for God." Bukan dipakai oleh perusahaan yang besar, bukan dipakai oleh konglomerat yang besar, bukan bersekolah di sekolah yang elite, tetapi dipakai oleh Allah sendiri.
-
29AprPdt. Effendi Susanto STh.Memang Surat 2 Timotius nampaknya diberikan dari pribadi Paulus yang sedang berbicara kepada Timotius mempersiapkan dia melayani dengan baik, namun tetap kita harus melihat surat 2 Timotius bukan hanya sebuah surat yang ditujukan secara pribadi yang tidak ada kaitannya dengan kita. Kenapa kita harus melihat surat ini di dalam perspektif yang lebih luas daripada sebuah surat pribadi? Karena dalam 2 Tim.3:17 menjadikan sifat surat pastoral ini berubah menjadi surat general bagaimana Tuhan membentuk dan mempersiapkan bukan saja seorang Timotius, bukan saja seorang hamba Tuhan, tetapi setiap kita yang melayani, setiap orang Kristen, setiap orang percaya memiliki satu goal, kita itu menjadi 'man of God' di dalam hidup ini. "Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."
-
22AprPdt. DR. Benyamin F. Intan PhD.Bartimeus adalah seorang pengemis yang buta. Berpuluh tahun ia menunggu untuk disembuhkan, dan mungkin ini satu-satunya kesempatan dimana dia bisa bertemu dengan Tuhan Yesus, dimana dia boleh mendapatkan kesembuhan. Tetapi ketika satu-satunya kesempatan yang sudah dia tunggu berpuluh tahun dan seumur hidup yang dia punya, ketika dia berkata, "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku..." dia begitu kecewa. Pengikut-pengikut Tuhan Yesus termasuk murid-murid Yesus menegur dia, "Diam! Jangan mengganggu!" C.S. Lewis pernah mengatakan penghalang yang paling besar untuk membawa orang kepada Tuhan Yesus itu bukan faktor eksternal, itu bukan penganiayaan, tetapi faktor internal yaitu orang Kristen itu sendiri. Yang menjadi batu sandungan yang paling besar orang datang kepada Tuhan Yesus adalah orang Kristen. Faktor eksternal seperti penganiayaan seringkali dipakai Tuhan justru menjadi blessing in disguise bagi pertumbuhan Kekristenan. Bapa Gereja Tertullian menyaksikan sendiri dengan kalimat ini, semakin dihambat, Kekristenan itu akan semakin merambat.
-
15AprPdt. Effendi Susanto STh.2 Tim.3:17, "Demikianlah tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik..." adalah ayat inti yang penting sekali karena bagi saya ayat ini merupakan dasar filsafat pelayanan Paulus yang memanggil Timotius dan juga memanggil setiap kita yang ikut Tuhan, that's how God shapes the man of God, demikianlah Tuhan membentuk, mengkikis, memperlengkapinya supaya mereka boleh mengerjakan pekerjaan yang baik, yang noble, yang mulia bagi Tuhan. Ini tidak bicara mengenai segelintir orang saja tetapi bicara mengenai bagaimana Tuhan membentuk hidupsetiap kita supaya kita boleh menjadi manusia-manusia kepunyaan Allah, manusia yang menjadikan Tuhan lebih utama daripada segala-galanya.
- Subscribe to Khotbah | Baca Ringkasan Khotbah lainnya »
-
Pendaftaran AREC 2012Pendaftaran online Early Bird telah dibuka, klik disini untuk mendaftar
- Service Hours
-
Persekutuan DoaWaktu beribadah: Minggu, pk. 9.00 pagi
-
Kebaktian 1 (Pagi) Kebaktian UmumWaktu beribadah: Minggu, pk. 9:30 pagi
-
Kebaktian 2 (Sore) Kebaktian Kaum MudaWaktu beribadah: Minggu, pk. 4:30 sore
- News
-
28 September 2012 – Australian Reformed Evangelical Convention (AREC) 2012 "FAITH, TRUTH AND MINISTRY"
-
Renungan Minggu ini: The Splendor of Worshiping God
-
Senin: Keluaran 34: 29 – 35; Maz. 99: Why Are We Not Astonished?
(1) Setiap kali kita beribadah kepada Allah, adakah kita penuh dgn perasaan kagum dan gentar? (2) Kekaguman akan Allah seperti apa yg disampaikan dalam bacaan hari ini? (3) Daftarkan semua perasaan dan sikap yang tepat dari panggilan firman Tuhan di sini tatkala kita berbakti kepada-Nya? Apa yang harus kita perbaiki untuk memperdalam kekaguman ibadah kita kepada-Nya? -
Selasa: Yesaya 6: 1 – 13; Maz. 32: Repentance and Genuine Worship
(1) Di dalam ibadah, bukan saja melihat kebesaran Allah tetapi juga melihat diri siapa kita di hadapan-Nya. Bagaimana Yesaya dan Daud bereaksi ketika berdiri di hadapan Allah? (2) Penyembah seperti apakah kita ketika kita berdiri di depan-Nya? Adakah anda sungguh-sungguh mengaku segala najis hidup dihadapan-Nya? (3) Dalam ibadah ada sukacita. Tetapi bukan senang-senang. Apa dasar dan sebab seseorang bersukacita dalam ibadah menurut Yesaya dan Daud? Apa respon anda setiap kali anda selesai berbakti? -
Rabu: Wahyu 7: 9 – 17; Maz. 23: Being Church: Nurturing Community
(1) Wahyu 7 bicara soal ibadah eskatologis dimana Allah menjadi gembala jiwa kita yg sejati. Sukacita apa yg kita dapatkan dari pelayanan-Nya bagi setiap kita yg percaya yg dicatat di sini? (2) Bagaimana kita terapkan sikap ibadah eskatologis dlm ibadah kita: Nurture the hunger, care the poor, comfort the widow? (3) Ibadah bukan untuk kepuasan diri tetapi bagi kedewasaan komunitas dan kepentingan pertumbuhan jemaat, as God's good shepherd. -
Kamis: Kel. 34: 21 – 24; Ibr. 4:1 – 13: A Sabbath-Rest for God's People
(1) Mengapa Tuhan memerintahkan untuk memelihara Sabat? Apa arti Sabat bagi kita sekarang ini dalam ibadah minggu? (2) Sabat berarti bersukacita, bersyukur dan menikmati Tuhan sebagai sumber dari semua yg kita peroleh. (3) Ibrani 4 bicara Sabat eskatologi yg terakhir. Ini yg akan kita alami waktu Tuhan datang kembali: langit dan bumi baru dinikmati secara penuh. -
Jumat: Roma 12: 1 – 21: True Worship and Living Sacrifices
(1) Bagaimana anda mengertinya dan menjalankan arti ibadah sejati sbg mempersembahkan hidup? (2) Bagaimana firman Tuhan mengajak anda menerapkan konsep ini ini dlm pelayanan gereja anda? Apa yg anda miliki sbg karunia rohani dari Tuhan? Sudahkah anda melayani dgn sungguh? (3) Bagaimana arti ibadah sejati nyata dalam hidup sehari-hari anda, dan bukan hanya hari minggu? Apa yg masih belum anda laksanakan dari firman ini? -
Sabtu: Filipi 1: 1 – 30; 2: 19 – 30: Worship and Missional Community
(1) Jemaat Filipi disebut "the partnership in the Gospel" dari hari pertama hingga sekarang (ay 4). Dari bacaan ini, apa tindakan praktis jemaat mendukung misi Injil rasul Paulus? (2) Mengapa jemaat ini memiliki hati membantu misi sejak dari hari pertama menjadi jemaat? (3) Coba catat bagaimana perasaan Paulus kepada mereka? Dan lihat bagaimana jemaat menjalani hidup sepadan dengan panggilan Injil yg telah mereka terima? Apa yg anda pelajari dari jemaat ini? -
-
Loading Thumbnails from