• Ringkasan Khotbah
  • 21
    Feb
    Pdt. Effendi Susanto STh.
     

    Bagian Alkitab yang kita baca ini memperlihatkan betapa exciting-nya Paulus menceritakan kasih Tuhan. Ada semacam rantai yang begitu ditarik, di belakangnya ada rantai yang tidak habis-habis muncul. Kasih Allah kepada kita telah memilih kita dari semula, kita dipanggilNya, kita dibenarkanNya, kita dimuliakanNya. Itu sebab tidak mungkin ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus, baik itu penganiayan, penderitaan, segala kesulitan dan kesesakan, bukan saja hal yang bersifat fisik, tetapi kuasa yang di atas dan di bawah, segala kuasa apapun tidak ada yang sanggup bisa memisahkan kita dari kasih Kristus. Mengerti akan hal ini biar kita menjadi orang Kristen yang menjalani hidup sebagai pemenang, the winner, the conqueror. Itu merupakan kalimat-kalimat Paulus yang luar biasa.

  • 14
    Feb
    Pdt. Effendi Susanto STh.
     

    Boleh kita katakan Rom.8 merupakan ‘pinacle’ atau puncak yang paling tertinggi dari seluruh rangkaian 16 pasal dari surat Roma. Paling tidak kita menemukan ada tiga proklamasi kemenangan orang Kristen yang bagi saya merupakan kalimat yang begitu indah yang dicetuskan oleh rasul Paulus terhadap apa yang Tuhan sudah kerjakan dan lakukan di dalam hidup kita. Yang pertama, Rom.8:1 Paulus mendeklarasikan, di dalam Kristus tidak ada lagi penghukuman bagi orang percaya sebab penghukuman itu sudah ditanggung oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Itu adalah satu deklarasi kemenangan orang Kristen. Yang kedua, Rom.8:18 segala penderitaan yang kita alami di atas muka bumi ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kemuliaan yang ada di sana. Biar kalimat ini boleh menjadi kekuatan bagi kita. Sebesar-besarnya kesulitan kita di dalam dunia ini merupakan hal yang kecil pada waktu kita melihat kemuliaan yang Tuhan beri kepada kita di sana. Yang ketiga, Rom.8:31-35 merupakan rangkaian pertanyaan retorika yang tidak perlu jawabannya, ‘Siapa yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasankah, kesesakankah, penganiayaankah, kelaparankah?’ yang kemudian Paulus tutup dengan satu jawaban, biar kita menjalani hidup ini ‘more than conqueror.’ Biar kita menjadi orang Kristen yang memiliki sikap dan attitude sebagai seorang pemenang menghadapi hidup ini. Mungkin di dalam peperangan menghadapi dosa kita mungkin kalah di dalam satu medan perang tetapi pertempuran itu pasti kita akan menangkan di hari yang terakhir. Itu menjadi kekuatan bagi kita.

  • 07
    Feb
    Pdt. Effendi Susanto STh.
     

    Di dalam hidup kita, kita harus memiliki dua ‘sekolah’. Yang satu adalah sekolah kesuksesan, yang satu lagi sekolah kegagalan. Di dunia ini seringkali kita hanya diajar bagaimana untuk berhasil, sukses dan sukses di dalam hidup ini. Tetapi pada waktu kita terbentur dengan segala kesulitan dan kegagalan, tidak ada orang yang pernah melatih dan mengajar kita bagaimana bisa melewati segala kesulitan dan kegagalan itu. Kita menemukan begitu banyak orang hidup dengan asumsi-asumsi yang salah: saya hidup di dalam dunia ini saya seharusnya, sepatutnya, dan itu adalah hak saya untuk bisa menikmati segala yang baik. Itu adalah hak saya untuk mendapatkan segala kesuksesan di dalam hidup. Kalau kita hidup dengan asumsi bahwa tidak semestinya saya mengalami kesulitan dalam hidup, jujur saya harus mengatakan kepada sdr, bahwa orang seperti ini akan mengalami kesulitan hidup jauh lebih susah di dalam dunia ini. Tetapi kalau kita sudah mempersiapkan hati kita selalu siap sedia bahwa ada hal-hal yang tidak terduga di luar dari rencana kita dan bukan hal yang kita inginkan bisa terjadi di dalam hidup kita, saya percaya kita akan menjalani hidup ini jauh lebih indah dan jauh lebih baik.

  • 31
    Jan
    Pdt. Effendi Susanto STh.
     

    Bapa Reformator Martin Luther memberikan ilustrasi yang sederhana tetapi bagi saya sangat akurat menjelaskan apa yang Paulus ajarkan di dalam Rom.6-7. Ilustrasi ini menceritakan ada satu orang sakit pergi kepada dokternya dan berkata kepadanya, ‘Dokter, saya kira-kira sudah dapat cara yang tepat untuk bisa menyembuhkan penyakit saya. Saya pikir saya pasti akan sehat kalau saya makan vitamin dan berolah raga rutin setiap hari, pasti penyakit saya akan segera sembuh.’ Dokternya menjawab, ‘Vitamin dan olah raga itu bukan membuatmu sembuh tetapi akan membuatmu makin sakit.’ Pasien itu menyanggah, ‘Jadi, maksud dokter vitamin itu tidak sehat dan olah raga itu berarti tidak sehat?’ Dokter menjawab, ‘Oh, bukan seperti itu. Vitamin itu sehat, olah raga itu sehat, tetapi metode ini tidak akan bisa membuat kamu lebih sehat karena itu bukan cara untuk menyembuhkan penyakitmu.’ Orang sakit itu menggambarkan manusia berdosa yang berpikir bagaimana bisa menyelesaikan problem dosanya. Namun manusia yang berdosa memiliki keterbatasan sehingga tidak sanggup bisa melihat apa sebenarnya problem yang menyebabkan dia terus hidup di dalam kematian rohani. Lalu kemudian dia mengambil diagnosa yang salah, dia berpikir kalau dia melakukan semua yang diperintahkan oleh hukum Taurat dan hidup suci maka dia akan masuk surga. Namun dalam Rom.6-7 Paulus memberikan argumentasi bahwa hukum Taurat diberi bukan membuatmu makin benar tetapi justru membuatmu makin mengerti apa itu dosa. Tidak berarti hukum Taurat itu tidak baik. Hukum Taurat itu suci, hukum Taurat itu adil, hukum Taurat itu benar, tetapi bukan itu yang membuatmu makin sehat.

  • Subscribe to Khotbah | Baca Ringkasan Khotbah lainnya »
  • Service Hours
  • Persekutuan Doa
    Waktu beribadah: Minggu, pk. 9.00 pagi
  • Kebaktian 1 (Pagi) Kebaktian Umum
    Waktu beribadah: Minggu, pk. 9:30 pagi
  • Kebaktian 2 (Sore) Kebaktian Kaum Muda
    Waktu beribadah: Minggu, pk. 4:30 sore
  • News
  • 12 March 2010 – Persekutuan Sektor City

  • 20 March 2010 – Girls Club Book Reading

  • 02 April 2010 – Easter Youth Convention 2010

Subscribe to events | More Events »

 
  • Happy Birthday kepada yang berulang tahun di bulan Maret:

    Tgl 1 Franz Na, Melita
  • Tgl 2 Hilda Hilman, Kelfin Hardiman
  • Tgl 4 Ie Wei
  • Tgl 8 Tessa Margaret
  • Tgl 10 Markus Herman
  • Tgl 11 Mark Tanujaya
  • Tgl 12 Patrick Tan
  • Tgl 13 Sandriati Pangestu
  • Tgl 14 Stephanie Santoso, Stephen Gunawan, Ferdinand Martinus
  • Tgl 16 Sanny Thearmin, Christopher Tan
  • Tgl 18 Megawati Tan, Rusdi Santoso
  • Tgl 21 Edwin Effendi
  • Tgl 25 Veronica Gunawan, Shelly Chandra, Edi Hilman
  • Tgl 26 Manuel Lukas
  • Tgl 27 Stanley Tjandra, Prima Patrianto
  • Tgl 28 Mega Fei Mei, Hali Heng, Shirley Lesmana, Budi Sartono
  • Renungan Minggu ini: SURAT GALATIA: INJIL YANG SEJATI

  • Senin: Galatia 1: 1 – 23
    (1) Perhatikan apakah jemaat-jemaat di Galatia telah mengalami anugerah keselamatan? Lantas, apakah bisa seseorang yg telah diselamatkan bisa dipengaruhi dgn ajaran yg keliru? (2) Kalau Paulus menyebut itu adalah bukan Injil.Berarti apa hakekat Injil yg tidak bisa dikompromikan? (3) Apa yg anda pelajari dari kesaksian pertobatan rasul Paulus di sini?
  • Selasa: Galatia 2: 1 – 21
    (1) Mengapa Paulus menegur Petrus? Apa kebahayaan dari sikap Petrus ini bagi hidup bergereja? (2) Dari bagian ini, catatkan poin-poin argumen Paulus bhw tidak ada kebenaran dlm melakukan huk. Taurat (ay. 21)? (3) Apa yg menjadi “panggilan” hidupmu dlm melayani-Nya? Apa yg kamu pelajari dgn sikap Paulus dlm menggenapkan panggilan Tuhan utk melayani bangsa yg lain?
  • Rabu: Galatia 3: 1 – 29
    (1) Jika jemaat dikacaukan dgn konsep: melakukan huk. Taurat sbg tambahan kpd Injil agar selamat, maka jangan lupa prinsip huk. Taurat “yg tidak lakukan, pasti terkutuk”( ay. 10). (2) Pertanyaannya: Apkh mereka sanggup jalankan semua tuntutan huk. Taurat agar selamat? (3) Siapakah yg sanggup dan telah menggenapkan semua tuntutan huk. Taurat? Lalu dgn cara apkh sebenarnya bapa Abraham dibenarkan? Bagaimana kita menjadi anak2 Abraham?
  • Kamis: Galatia 4: 1 – 31
    (1) Betapa susahnya merubah orang yg sudah terpengaruhi ajaran yg keliru. Lihat ayat 16. (2) Walau demikian, sikap2 seperti apa yg harus ada dlm perjuangan kita menegakkan kebenaran Injil yg sejati? (3) Apa artinya “kita telah dimerdekakan oleh Injil”?
  • Jumat: Galatia 5: 1 – 26
    (1) Diselamatkan bukan karena perbuatan baik, melainkan diselamatkan agar hidup berbuat baik. Ini prinsip Injil. (2) Apa kesalahan yg ditangkap dari mereka yg berpikir “selamat melalui iman, dan bukan dgn perbuatan baik”? (3) Hidup dlm Roh merupakan bukti kita telah diselamatkan. Apa yg Paulus jelaskan di sini artinya hidup dipimpin Roh Kudus?
  • Sabtu: Galatia 6: 1 –18
    (1) Prinsip pelayanan gereja yg benar: Lihat, apa yg bisa saya lakukan, bukan lihat, apa yg orang lain lakukan. (2) Dengan prinsip ini, bagaimana sikap dan respon kita dlm melayani jemaat yg lain dan orang yg juga sudah melayani kita? (3) Satu kendali yg harus kita hadapi: “kita bisa JEMU”(ay. 9). Melalui renungan ini, bagaimana anda membangkitkan antusias spirit anda kembali?
Lokasi Kebaktian
UTS Building 2, Main Hall Level 4
1 Broadway Street, Broadway, Sydney
View Map
Sekretariat GRII Sydney
Unit 13/20-22 College Crescent
Hornsby NSW 2077